https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggeov-wwdilDFARSxAqwGBHWXFly1VntN9f7d45uTY8n1uC8mFpqWBnoMBV97C3QSUIdd9u-Rw4Qk1B7VH651lTR3f0JMt7VQi1ZP3K5GIJ-qYNt5S8pyEvJj54pstc7sPU2Np1vvQHbTx/s320/promosi.jpg
LINK BANNER

KISAH NABI YAHYA A.S




Allah SWT berfirman:
"Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: 'Ya Tuhanku,
berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau
Maha Pendengar doa. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang
ia tengah berdiri melakukan solat di mihrab (katanya): 'Sesungguhnya Allah
menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang
membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan
diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang
soleh." (QS. Ali 'Imran: 38-39)
"Hai Yahya, ambilah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami
berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak, dan rasa belas kasihan
yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah
seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya,
dan bukanlah ia orang yang sombong dan derhaka. Kesejahteraan atas
dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari itu ia meninggal dan pada hari
ia dibangkitkan kembali." (QS. Maryam: 12-15)
"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi khabar gembira kepadamu akan
(memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami
belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia." (QS. Maryam: 7)
Inilah Yahya seorang Nabi yang Allah SWT bersaksi bahawa sebelumnya tak
seorang pun yang serupa dengannya. Yaitu seorang Nabi yang Allah SWT
berkata tentangnya:
"Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami." (QS. Maryam: 13)
Sebagaimana Khidir diberi ilmu dari sisi Allah SWT, maka Yahya diberi rasa
cinta dari sisi Allah SWT. Al-Hanan ialah ilmu yang luas yang terkandung di
dalamnya sesuatu kecintaan yang dalam terhadap makhluk dan alam. Hanan
ialah salah satu dari tingkat cinta yang bersumber dari ilmu. Yahya adalah
seorang Nabi yang menjadi cermin dari ibadah, zuhud, dan cinta. Nabi Yahya
mengungkapkan cinta kepada semua makhluk.
Ia dicintai oleh manusia, burung-burung, binatang buas, bahkan gurun dan gunung. Darah Nabi Yahya tertumpah ketika beliau berusaha mempertahankan kebenaran yang
disampaikannya di istana raja yang lalim. Peristiwa tragis itu berkaitan dengan
seorang penari pelacur. Para ulama banyak menyebutkan keutamaan Yahya.
Yahya hidup sezaman dengan Nabi Isa dan termasuk kerabat dekatnya dari sisi
ibu (anak bibinya).
Ada hadis yang meriwayatkan bahawa Yahya dan Isa pernah bertemu pada
suatu hari. Lalu Isa berkata kepada Yahya, mintakanlah ampun bagiku wahai
Yahya. Sesungguhnya engkau lebih baik daripada aku. Yahya berkata:
"Mintakanlah ampun bagiku wahai Isa Karena engkau lebih baik daripada aku."
Isa berkata: "Tidak, engkaulah yang lebih baik daripada aku.
 Engkau mengucapkan salam kepadaku sedangkan Allah SWT mengucapkan salam
kepadamu." Kisah tersebut menunjukkan keutamaan Yahya ketika Allah S"WT
menyampaikan salam kepadanya pada hari ia dilahirkan, pada hari ia mati, dan
pada hari ia dibangkitkan kembali dalam keadaan hidup. Diriwayatkan bahawa
Rasulullah saw pernah pergi dan menemui para sahabatnya.
Pada suatu hari, beliau mendapati mereka sedang menyebut-nyebut keutamaan para nabi. Ada
yang mengatakan, Musa kalimullah (seorang nabi yang diajak bicara oleh Allah
SWT). Ada yang mengatakan, Isa ruhullah (tiupan roh Allah SWT). Dan ada juga
yang mengatakan, Ibrahim khalilullah (seorang kekasih Allah SWT).
Demikianlah para sahabat berbicara tentang para nabi lalu Rasulullah saw
menemui mereka. Ketika Rasul saw mendapati mereka tidak menyebut nama
Yahya, beliau berkata: "Di manakah putera seorang syahid yang mendapatkan
banyak penderitaan, yang memakan pohon Karena takut dosa, di manakah
Yahya bin Zakaria."
Sementara itu, datanglah musim semi di Palestina dan bumi tampak semakin
menghijau dan langit semakin terang. Bulan dengan cahayanya menembus
puncak-puncak pohon dan kebun. Bunga-bunga mawar dan jeruk semakin
berkembang dan baunya tersebar ke udara. Dan burung- burung yang sedang
berterbangan tampak bernyanyi dan melantunkan lagu-lagu kegembiraan di
tengah-tengah suasana yang ceria dan penuh keindahan.
Kemudian lahirlah Yahya. Kelahiran Yahya dipenuhi banyak mukjizat. Beliau
lahir pada saat ayahnya Zakaria berusia lanjut sehingga tampak seakan-akan ia
putus asa Karena tidak akan mempunyai keturunan. Beliau lahir melalui doa
yang suci yang bersumber dari hati Nabi Zakaria yang suci dan tulus.
Nabi Yahya lahir di tengah-tengah masa yang dipenuhi dengan puncak kesucian
sebagaimana juga dihiasi dengan puncak kelaliman. Maryam adalah simbol
puncak kesucian di zamannya. Mihrabnya penuh dengan bau yang harum yang
memancarkan kalimat- kalimat solat yang terus menerus dan zikir yang
bersumber dari hati yang suci. Masjid tampak dipenuhi dengan gelombang
orang-orang yang solat dan orang-orang mukmin yang berzikir. Namun nun jauh
di sana kelaliman tetap membunyikan genderangnya.
Yahya dilahirkan dan masa kecilnya tidak seperti lazimnya masa yang dilalui
oleh anak-anak. Umumnya anak-anak saat itu bermain hal-hal yang tidak
berguna, sedangkan Yahya tampak serius sejak beliau kecil. Anak-anak kecil
saat itu merasa senang dan terhibur ketika mereka menyeksa binatang,
sementara Yahya justru memberi makan bintang- binatang dan burung dari
makanannya sebagai bentuk belas kasihan darinya, bahkan terkadang Yahya
sendiri makan dari daun-daun pohon atau buahnya.
Ketika beliau menginjak usia dewasa, maka cahaya wajahnya semakin bersinar dan hatinya penuh
dengan hikmah dan cinta kepada Allah SWT serta kedamaian. Yahya adalah
seseorang yang menyukai membaca sejak usia dini. Beliau rajin membaca dan
menggali ilmu. Ketika beliau masih kecil, Allah SWT memanggilnya: "Hai Yahya,
ambilah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan
kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak."
Yahya mendapatkan perintah saat beliau masih keciluntuk mengambil Kitab
dengan kekuatan. Yakni, hendaklah ia belajar kitab dengan penuh ketelitian,
Yaitu kitab syariat. Allah SWT memberinya kemampuan untuk mengetahui
syariat dan memutuskan perkara manusia saat beliau masih kecil.
Yahya adalah orang yang paling alim di zamannya dan paling banyak menerima hikmah.
Beliau mempelajari syariat secara sempurna. Oleh Karena itu, Allah SWT
memberinya kekuasaan saat beliau masih kecil. Beliau mampu menyelesaikan
persoalan di antara manusia dan menjelaskan mereka rahsia-rahsia agama,
bahkan beliau mengenalkan mereka jalan kebenaran dan mengingatkan mereka
dari jalan kesalahan atau kebatilan. Kemudian Yahya semakin dewasa dan
ilmunya makin bertambah serta kasih sayangnya pun makin meningkat, baik
kepada kedua orang tuanya mahupun kepada binatang. Kasih sayang Nabi
Yahya meliputi segala sesuatu.
Beliau mengajak manusia untuk bertaubat dari dosa mereka; beliau
memandikan mereka di sungai Jordania agar mereka menyucikan diri mereka
dengan taubat; beliau mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT. Di sana
tidak terdapat seseorang yang tidak suka kepada Yahya atau menginginkan
keburukan baginya.
Yahya adalah seseorang yang sangat dicintai oleh
masyarakatnya Karena ia memang seorang yang penyayang, seorang yang
bertakwa, seorang yang alim, dan seorang yang berbudi mulia. Beliau keluar
dan pergi ke gunung dan kebun bahkan gurun dan tinggal di dalamnya selama
berbulan-bulan untuk menyembah Allah SWT dan menangis di hadapan-Nya
serta solat. Beliau merasakan kedamaian di daratan, bahkan beliau tidak
memperhatikan makanannya. Beliau makan dari daun-daun pohon dan minum
dari air sungai. Bahkan beliau makan belalang dan juga rumput. Beliau tidur di
gua mana pun yang ditemuinya di gunung dan lubang mana pun yang
didapatinya di bumi.
Terkadang beliau masuk di suatu gua gunung lalu beliau menemukan binatang
buas di dalamnya seperti serigala atau singa namun Karena kesibukannya dan
konsentrasinya saat berzikir kepada Allah SWT dan solat sehingga beliau tidak
lagi memperhatikan serigala atau singa. Serigala dan singa itu melihat Nabi
Yahya lalu mereka mengetahui bahawa ini adalah seorang Nabi Allah SWT yang
sangat berbelas kasih kepada binatang, maka binatang-binatang buas itu
menundukkan kepalanya dan meninggalkan tempat itu dengan tenang sehingga
Nabi Yahya tidak mendengar suara mereka.
Pada kesempatan yang lain, Nabi Yahya memberi makan binatang- binatang
buas dengan penuh kasih sayang. Bahkan beliau tidak makan di malam harinya
Karena makanannya diberikan kepada binatang-binatang itu. Beliau merasa
puas saat menjadikan solat dan zikir sebagai makanan dari hatinya sebelum
beliau memberi makanan pada tubuhnya. Beliau makan dari daun-daun pohon.
Beliau bermalam atau bergadang dalam keadaan air matanya berlinangan saat
berzikir kepada Allah SWT dan tenggelam dalam lautan cinta dan bersyukur
kepada-Nya. Ketika Nabi Yahya berdiri di depan manusia untuk mengajak
mereka menyembah Allah SWT, maka beliau mampu membuat mereka
menangis Karena cinta dan khusyuk. Beliau mampu mempengaruhi hati mereka
dengan kebenaran yang dibawanya dan beliau menampakkan bahawa beliau
memang dekat dengan Allah SWT.
Pada suatu hari, Nabi Yahya keluar menemui manusia. Masjid tampak ramai
dipenuhi orang-orang. Nabi Yahya berdiri dan beliau mulai berbicara:
"Sesungguhnya Allah SWT memerintahkan aku untuk menyampaikan
kalimat-kalimat yang telah aku kerjakan dan aku telah memerintahkan kalian
untuk juga mengerjakannya. Hendaklah kalian menyembah Allah SWT dan tidak
menyekutukan-Nya. Barang siapa yang menyekutukan Allah SWT dan
menyembah selain-Nya, maka ia seperti seorang budak yang dibeli oleh
majikannya lalu ia bekerja dan memberikan tenaganya kepada tuan selain
tuannya. Siapakah di antara kalian yang ingin memiliki budak seperti itu. Dan
aku memerintahkan kalian untuk melaksanakan solat. Sesungguhnya Allah SWT
melihat hamba-Nya saat ia solat. Oleh Karena itu, jika kalian solat, maka
hendaklah kalian berusaha untuk khusyuk.
 Aku pun memerintahkan kalian untuk berpuasa, maka siapa yang melakukan demikian, maka ia seperti seseorang lelaki yang mempunyai bingkisan dari misik yang baunya harum.
Setiap lelaki ini berjalan, maka akan terpancarlah bau harum misik darinya.
Aku pun memerintahkan kalian agar banyak melakukan zikir kepada Allah SWT,
maka orang seperti itu seperti seorang lelaki yang dicari-cari oleh musuhnya
lalu ia segera berlindung dalam benteng yang kuat. Dan benteng yang paling
kuat adalah zikrullah dan tiada keselamatan tanpa benteng itu."
Nabi Yahya mengakhiri nasihatnya lalu ia turun dari mimbar dan kembali ke
gurun. Di gurun itu hanya terdapat pasir yang berterbangan dan tiada suara
lain selain suara angin dan nafas pohon serta suara kaki-kaki binatang buas dan
gerakan batu-batu gunung. Di sanalah Yahya berdiri di tengah-tengah
kesunyian ini. Beliau melaksanakan solat dan menangis.
Kemudian terjadilah pergelutan hebat antara Nabi Yahya dan pemerintah yang
berkuasa. Salah seorang penguasa di zaman itu adalah seorang yang lalim dan
sempit akalnya. Kerosakan tersebar di istananya. Ia mendengar berita tentang
Yahya. Ia heran Karena banyaknya manusia yang memberikan penghargaan dan
penghormatan yang luar biasa kepada Yahya sedangkan ia sebagai seorang raja
tidak mendapatkan penghormatan yang demikian besar.
Raja tersebut ingin memperkosa isteri saudaranya di mana ia mempunyai anak
perempuan yang memiliki kecantikan yang terkenal. Dalam cerita disebutkan
bahawa anak perempuan itu mampu melakukan tarian yang mengagumkan
sambil memakai tujuh helai baju. Setiap ia menari, maka terlepaslah setiap
baju yang dipakainya dan pada tarian yang terakhir, ia tampak dalam keadaan
telanjang.
Raja bertanya kepada Yahya, apakah ia boleh menikahi isteri saudaranya.
Yahya menjawab, itu tidak diperbolehkan. Raja tetap berbicara kepada Yahya
dan mendesak kepadanya agar membolehkannya menikah dengan wanita yang
disukainya itu, dan hendaklah Yahya mencari solusi atau fatwa yang sangat
memuaskannya. Namun Yahya menolak keras untuk memenuhi permintaan raja
itu. Kemudian Yahya pun meninggalkannya. Akhirnya, raja tampak marah
kepada Yahya dan memerintahkan agar Yahya dipenjara.
 Kemudian raja itu pun memperkosa isteri saudaranya. Anak perempuan wanita itu yang suka
menari telah melihat Yahya saat ia berbicara dengan raja. Anak perempuan itu
sangat tertarik akan ketampanan Yahya dan keagungan keperibadiannya.
Ringkasnya, wanita yang ahli menari itu pun merasa jatuh cinta kepada Yahya.
Ia pergi menemui Yahya di penjaranya dan ia melihat Yahya dalam keadaan
duduk solat dan menangis. Wanita itu terus mengawasi Yahya saat beliau solat
sampai selesai. Lalu ia meletakkan dirinya di bawah kaki Yahya dan
memintanya agar mencintainya sebagaimana ia mencintai Yahya. Yahya
menjawab bahawa di dalam hatinya tidak ada cinta lain selain cinta kepada
Allah SWT. Wanita itu pun bangkit dari tempatnya dalam keadaan putus asa. Ia
meninggalkan Yahya dalam keadaan hatinya dipenuhi kebencian padanya. Ia
kembali ke istana raja.
Waktu Isyak telah berakhir. Raja mulai meminum minuman kesukaannya, yaitu
khamr. Wanita itu memberikan minum kepada raja. Makin banyaknya raja
minum, sampai-sampai raja merasa bahawa kepalanya seperti belon besar dan
ia sebentar lagi akan terbang. Di sanalah wanita penari itu segera memakai
pakaian tarian dan kembali kepada raja. Raja melihatnya dan ia merasa
kepalanya bertambah besar dan wanita itu mulai menari. Lalu dipukullah
rebana dan berbagai alat muzik sehingga wanita itu tampak menari dan
menikmati tariannya. Pada tarian ke tujuh ia berhenti lalu membuka wajahnya
sambil berkata kepada raja: "Wahai tuanku, aku ingin bertanya sedikit
kepadamu." Raja yang sedang mabuk itu berkata: "Segala sesuatu yang engkau
inginkan akan kuberikan kepadamu sekarang juga." Wanita itu berkata: "Aku
menginginkan kepala Yahya bin Zakaria."
Mendengar perkataan itu, raja segera sadar dari mabuknya lalu ia merasakan
ketakutan. Ia berkata kepadanya: "Mintalah kepadaku yang lain saja." Wanita
itu berkata: "Aku menginginkan darah Yahya bin Zakaria." Wanita ini adalah
simbol keburukan. Raja berkata sambil minum minuman keras yang keempat
kalinya setelah empat puluh kali: "Bunuhlah Yahya!" Akhirnya, pemimpin
pasukan raja mengeluarkan perintah kepada anak buahnya untuk menghabisi
Yahya. Kemudian Yahya menemui ajalnya secara tragis dan meneguk madu
syahadah.
Injil Mata pada pasal yang keempat belas menyebutkan suatu riwayat sebagai
berikut:
"Hirdus telah menangkap Yuhana lalu ia memasukkan ke dalam penjara
Karena Hirduya isteri dari saudaranya. Sebab Yuhana berkata kepadanya,
engkau tidak boleh mengambilnya sebagai isterimu. Ia ingin membunuh
Yuhana tetapi ia khuatir terhadap reaksi masyarakat Karena mereka
menganggapnya sebagai seorang Nabi. Ketika diadakan acara kelahiran
Hirdus salah seorang perempuan anak dari Hirduya menari di tengah-tengah
para hadirin sehingga Hirdus merasa kagum, Karenanya kemudian ia
bersumpah bahawa apa pun yang diminta penari itu akan diturutinya.
Wanita itu berkata: "Berikanlah kepadaku kepala Yuhana."
 Sebetulnya raja itu keberatan tetapi ia sudah terlanjur bersumpah dan disaksikan
orang-orang di sekitarnya, maka ia pun memerintahkan agar permintaan
wanita itu dituruti. Kemudian kepala Yuhana dikirim dari penjara, dan
diberikan kepada gadis itu, lalu gadis itu membawanya kepada ibunya.

Previous
Next Post »

terima kasih telah berkunjung ke Blog saya, silahkan berkomentar dengan sopam...!!! ConversionConversion EmoticonEmoticon